Pengabdian Masyarakat Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Untuk Meningkatkan Daya Saing Wirausaha pada Siswa SMK Buana Mulia Parung Kabupaten Bogor
DOI:
https://doi.org/10.70285/qtk2ka71Keywords:
Pengembangan SDM; Kewirausahaan; Daya Saing; Pendidikan Vokasi; Inkubator Bisnis.Abstract
Era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 menuntut lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak hanya memiliki kompetensi teknis tetapi juga jiwa kewirausahaan yang kuat untuk menciptakan lapangan kerja secara mandiri. Namun, data BPS (2024) menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK mencapai 11,45%, tertinggi dibanding jenjang pendidikan lainnya, mengindikasikan lemahnya kesiapan wirausaha lulusan. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan mengidentifikasi dan merumuskan strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang efektif dalam meningkatkan daya saing wirausaha siswa SMK Buana Mulia Parung, Kabupaten Bogor. Metode penelitian aksi dengan pendekatan partisipatif-kualitatif digunakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan workshop kewirausahaan, dan evaluasi komprehensif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan 15 informan kunci, observasi partisipatif selama program, dan studi dokumentasi. Kegiatan melibatkan 38 siswa kelas XI dari berbagai jurusan selama periode Maret-April 2025 dengan total 8 sesi workshop intensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan SDM melalui pelatihan kewirausahaan berbasis praktik, kemitraan dengan pelaku industri dan UMKM sukses, peningkatan kompetensi guru dalam pembelajaran entrepreneurship, serta pembinaan karakter kewirausahaan secara berkelanjutan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan intensi berwirausaha siswa dari 34% menjadi 76%. Evaluasi menunjukkan 82% peserta mampu menyusun business model canvas sederhana, 68% berhasil mengidentifikasi peluang bisnis potensial di lingkungan mereka, dan 45% telah memulai usaha mikro dalam bentuk pre-order, reseller, atau jasa kreatif dengan omzet awal Rp 300.000 hingga Rp 2.500.000. Strategi yang dirumuskan meliputi integrasi kurikulum kewirausahaan berbasis project-based learning, pembentukan inkubator bisnis sekolah dengan pendampingan mentor dari praktisi, penguatan soft skills entrepreneurial seperti kreativitas dan risk-taking, serta pengembangan ecosystem entrepreneurship melalui kolaborasi sekolah-industri-pemerintah. Dengan implementasi strategi komprehensif ini, SMK Buana Mulia diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja tetapi juga mampu menjadi job creator yang tangguh dan berdaya saing tinggi di era ekonomi digital.

