Pengabdian Masyarakat Peningkatan Karakter dan Kepercayaan Diri Siswa SMK Melalui Program Pelatihan Soft Skills Berbasis Industri
DOI:
https://doi.org/10.70285/ys09vt65Keywords:
Soft Skills Berbasis Industri; Karakter Positif; Kepercayaan Diri; Motivasi Belajar; Pendidikan Vokasi; Participatory Action Research; Kesiapan Kerja.Abstract
Pendidikan vokasi di era Industri 4.0 menghadapi tantangan kompleks dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis tetapi juga soft skills yang kuat, termasuk karakter positif, kepercayaan diri, dan motivasi belajar yang jelas selaras dengan kebutuhan industri. Penelitian menunjukkan bahwa 68 persen lulusan SMK mengalami kesulitan dalam adaptasi profesional karena defisiensi soft skills, sementara 71 persen siswa SMK masih menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang rendah dalam konteks komunikasi dan pengambilan keputusan di lingkungan kerja. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan pelatihan soft skills berbasis industri untuk meningkatkan karakter, kepercayaan diri, dan motivasi belajar siswa SMK Mulia Buana Parung Panjang. Penelitian menggunakan metode Participatory Action Research dengan melibatkan 48 siswa kelas XI dan XII dari berbagai kompetensi keahlian. Intervensi mencakup workshop pembentukan karakter, sesi motivasi, simulasi komunikasi efektif, mentoring individual, dan pendampingan psikososial yang dirancang mengikuti standar industri dan best practices dari perusahaan mitra. Program berlangsung selama empat bulan dengan total 40 jam pertemuan. Hasil pre-post evaluation menunjukkan peningkatan signifikan: (1) skor karakter meningkat rata-rata 1.73 poin dari 2.81 menjadi 4.54 (effect size d = 1.82, very large); (2) kepercayaan diri meningkat 1.68 poin dari 2.75 menjadi 4.43 (effect size d = 1.76, very large); (3) motivasi belajar meningkat 1.61 poin dari 2.68 menjadi 4.29 (effect size d = 1.71, very large); dan (4) 82 persen peserta menunjukkan peningkatan dalam keterampilan komunikasi dan kepemimpinan yang teramati dalam role play dan simulasi. Observasi lapangan juga menunjukkan peningkatan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan akademik dan non-akademik, serta penguatan disiplin dan tanggung jawab dalam mengikuti protokol pelatihan. Feedback dari guru dan industri partner mengindikasikan bahwa program telah efektif dalam mempersiapkan siswa menghadapi tuntutan dunia kerja. Implikasi penelitian adalah bahwa pelatihan soft skills berbasis industri yang terintegrasi dalam struktur pendidikan SMK dapat menjadi strategi powerful untuk meningkatkan kualitas lulusan secara holistik, meningkatkan employability, dan berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan industri.

