Meningkatkan Literasi Digital Masyarakat Melalui PengenalanKecerdasan Buatan (AI) untuk Kehidupan Sehari-hari yang LebihProduktif.
DOI:
https://doi.org/10.70285/7q9tpk39Keywords:
Kecerdasan Buatan; Teknologi; Kehidupan Sehari-hari; Asisten Virtual; Etika AIAbstract
Perkembangan teknologi yang pesat telah membawa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI)
semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Transformasi digital telah secara fundamental mengubah
lanskap kehidupan manusia, dengan Kecerdasan Buatan (AI) muncul sebagai salah satu pilar utamanya.
AI tidak lagi hanya domain fiksi ilmiah, melainkan telah menjadi bagian integral dari rutinitas harian
kita, terlihat dari penggunaan asisten suara, sistem rekomendasi media sosial, hingga penerapannya yang
meluas di berbagai sektor seperti industri, pendidikan, dan kesehatan. Fenomena ini, meskipun
membawa kemudahan dan efisiensi yang signifikan, juga menghadirkan serangkaian tantangan baru,
terutama terkait pemahaman etika dan dampak sosial-moral dari penggunaan teknologi ini. Meskipun
masyarakat telah banyak berinteraksi dengan AI, kesadaran akan implikasi etis, seperti privasi data, bias
algoritma, atau potensi ketergantungan, masih relatif rendah. Berangkat dari gap pemahaman etika
inilah, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada upaya peningkatan literasi etika AI,
khususnya di lingkungan pendidikan dan dalam penggunaan sehari-hari. Dengan pendekatan deskriptif
kualitatif, penelitian ini tidak hanya memperkenalkan konsep dasar AI dan manfaatnya, tetapi secara
krusial juga mengeksplorasi tantangan etis dan sosial yang menyertainya. Tujuan utama adalah untuk
membekali masyarakat, khususnya siswa dan pendidik, dengan pemahaman yang komprehensif
mengenai peran AI sebagai “teman” baru di era digital, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan
tanggung jawab etis dalam penggunaannya.

